Penataan kembali kawasan wisata religi Bukit Singki mulai bergerak, ditandai dengan pemusatan Gerakan Asri di lokasi tersebut di bawah kehadiran Bupati Toraja Utara, Jumat (17/4/2026).
Ratusan aparatur sipil negara (ASN) dari berbagai perangkat daerah terlibat langsung dalam aksi bersih menyisir jalur tangga hingga area puncak, mencakup pembersihan sampah, pengangkutan material plastik, serta pemangkasan rumput liar yang menutupi akses menuju kawasan tersebut.
Di sejumlah titik, kondisi tangga yang licin dan berlumut turut menjadi perhatian, mengingat jalur ini merupakan akses utama pengunjung dan berpengaruh langsung terhadap kenyamanan serta keamanan.
Kehadiran Bupati Frederik Victor Palimbong bersama Ketua TP-PKK dalam kegiatan tersebut juga merupakan peninjauan langsung kondisi terkini kawasan yang memerlukan penataan lebih lanjut, sekaligus menegaskan potensi Bukit Singki sebagai destinasi wisata religi yang turut menawarkan lanskap keindahan Kota Rantepao dan sekitarnya.
Bukit Singki merupakan lokasi Patung Salib yang diresmikan pada 28 Desember 2012 oleh Syahrul Yasin Limpo, dengan tinggi sekitar 30 meter dan lebar 12 meter, yang dibangun melalui dukungan APBD Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sebagai salah satu destinasi wisata religi di Toraja Utara.
Dalam arah pengembangannya, pemerintah Toraja Utara berencana menyiapkan penataan lanjutan, mulai dari perbaikan fasilitas, peningkatan kenyamanan pengunjung, hingga penguatan konsep wisata religi sesuai master plan kawasan Buntu Singki’, salah satunya melalui pengembangan jalur spiritual “Via Dolorosa”.
- Doc/foto: vressnews.com
Diskominfo-SP - 2026















